Tahun Baru
Imlek 2026—Tahun Kuda Api—telah tiba. Di sudut-sudut kota, lampion merah mulai
bergelantungan, aroma kue keranjang memenuhi dapur, dan amplop angpao bersiap
berpindah tangan. Namun, di balik gemerlap perayaan yang kita kenal
sehari-hari, tersembunyi tradisi-tradisi unik yang sarat makna, diwariskan
turun-temurun, dan bahkan hanya dilakukan di tempat-tempat tertentu.
Artikel Jayneharaa
hari ini akan mengajak kamu menjelajahi sisi lain Imlek yang mungkin belum
banyak diketahui, dari ritual penyucian diri hingga tradisi lempar jeruk di
sungai, yang semuanya mengandung filosofi mendalam tentang kehidupan, harapan,
dan kebersamaan.
Baca Juga: Sepak Terjang Alexa: Generative AI Amazon
Menyelami
Makna di Balik Tradisi Imlek Paling Unik
1. Cisuak
di Surabaya: Ritual Tolak Bala yang Terbuka untuk Semua
Di tengah
hiruk-pikuk persiapan Imlek, umat Konghucu di Surabaya menjalani ritual yang dikenal
dengan sebutan Cisuak . Tradisi tahunan ini bukan sekadar seremoni, melainkan
sarana mensucikan diri, menata pikiran, serta menangkal energi negatif
sepanjang Tahun Kuda Api. Uniknya, ritual ini tidak terbatas bagi umat Konghucu
saja, melainkan terbuka bagi siapa pun yang ingin memperkuat ketenangan batin .
Rohaniawan
Konghucu di Surabaya, WS Liem Tiong, menjelaskan bahwa esensi Cisuak adalah
menanamkan pola pikir positif. Ia bahkan memberi komparasi budaya agar
masyarakat luas lebih mudah memahaminya. "Dalam tradisi Jawa, serupa
dengan ruwat," ujarnya .
2.
Filosofi di Balik Warna, Makanan, dan Hujan
Setiap
pernak-pernik Imlek menyimpan filosofi yang dalam. Warna merah, yang
mendominasi dekorasi, melambangkan keberuntungan dan kesuksesan. Warnanya yang
terang dipercaya mampu mengusir roh jahat dan energi negatif—sebuah kepercayaan
yang berakar dari legenda kuno tentang monster Nian yang takut pada warna
merah, suara keras, dan cahaya terang . Sementara itu, warna emas menjadi
simbol kemakmuran dan kekayaan yang diharapkan menyertai sepanjang tahun .
Kue
keranjang atau nian gao, makanan khas yang selalu hadir, bukan sekadar camilan
manis. Teksturnya yang lengket mencerminkan eratnya hubungan persaudaraan dan
harapan agar kehidupan semakin manis dan bahagia dari tahun ke tahun . Mie
panjang umur, seperti namanya, adalah doa agar diberikan usia panjang dan
kesehatan .
3.
Melempar Jeruk di Malaysia: Tradisi Cap Go Meh yang Romantis
Masih di
kawasan Asia Tenggara, negeri jiran Malaysia punya tradisi yang tak kalah
menarik. Pada hari ke-15 perayaan Imlek, yang dikenal sebagai Cap Go Meh,
masyarakat Tionghoa di sana berbondong-bondong menuju sungai atau laut untuk
mengikuti tradisi melempar jeruk .
Tradisi
ini dibawa oleh komunitas Tionghoa Hokkien yang bermigrasi dari Fujian, China
ke Malaysia pada masa lampau. Awalnya, tradisi ini meyakini bahwa perempuan
lajang yang melempar jeruk ke dalam air dapat membantu mereka menemukan
pasangan hidup . Bahkan, ada lagu rakyat Fujian yang menyebutkan bahwa melempar
jeruk dapat membantu seseorang menemukan suami yang baik .
4. Tradisi
dari Berbagai Penjuru Asia
Keunikan
perayaan Imlek tidak berhenti di Indonesia dan Malaysia. Di Vietnam, Imlek yang
disebut Tết Nguyên Đán dirayakan dengan tradisi mandi air rebusan ketumbar pada
malam sebelum tahun baru. Praktik ini dipercaya dapat memurnikan tubuh serta
membuang sial, sementara aroma ketumbar yang khas disebut-sebut mampu
menghangatkan tubuh di tengah cuaca dingin . Di selatan Vietnam, warga lebih
memilih memasak sup pare karena kata "pare" dalam bahasa Vietnam
diucapkan 'khổ qua' yang berirama dengan kata untuk kesulitan. Mereka percaya
bahwa dengan merebus pare, mereka akan "menghilangkan semua kesulitan"
di tahun sebelumnya .
Di Korea
Selatan, perayaan Seollal diwarnai dengan tradisi sebae, di mana anak-anak
mengenakan hanbok dan membungkuk hormat kepada orang tua. Sebagai balasan,
mereka menerima uang dan doa panjang umur. Sup kue beras tteokguk menjadi
hidangan wajib—ada kepercayaan bahwa seseorang dianggap bertambah usia setelah
menyantapnya .
Baca Juga: Naga Ekonomi Dunia? Alasan China Superior
Imlek
sebagai Simbol Lintas Budaya dan Harmoni
Yang
menarik dari perayaan Imlek di Indonesia adalah inklusivitasnya. Tradisi ini
tidak lagi eksklusif milik masyarakat Tionghoa. Tradisi bagi-bagi angpao kini
juga kita temukan dalam perayaan Idulfitri. Makanan khas seperti mie panjang
umur dan kue keranjang telah menjadi bagian dari tradisi kuliner kita bersama.
Barongsai kini banyak dimainkan oleh berbagai etnis, dan pernak-pernik Imlek
dijual oleh orang dari beragam latar belakang . Ini memperlihatkan keterbukaan
masyarakat Indonesia terhadap budaya Tionghoa dan bagaimana sebuah tradisi
dapat merekatkan kebersamaan lintas budaya. Perayaan Imlek di Indonesia bukan
sekadar momentum budaya, tetapi juga simbol keragaman dan harmoni yang harus
terus dipertahankan .
Baca Juga: BNI Dan Seni Berbisnis Dengan Hati: Membangun Desa
Rayakan
Keberuntungan dengan Investasi Pengetahuan
Di Tahun
Kuda Api 2026 yang penuh semangat dan momentum ini, saatnya kamu juga bergerak
cepat menjemput keberuntungan—salah satunya dengan memperkaya wawasan. Seperti
tradisi Cisuak yang membersihkan diri dari energi negatif, membersihkan pikiran
dengan pengetahuan baru adalah langkah awal menuju kesuksesan.
Jayneharaa
masih mempersembahkan Promo Spesial Imlek: Jíxiáng Rúyì (吉祥如意)
— Semoga Keberuntungan Mengalir Seperti yang kamu Inginkan!
Masih
berlaku hingga 18 Februari 2026, nikmati harga spesial Rp 36.000 untuk SEMUA
produk digital Jayneharaa! Kesempatan terakhir untuk:
- Mengoleksi ebook-ebook terbaik tentang keuangan, bisnis, dan pengembangan diri.
- Mendengarkan audiobook inspiratif yang akan menemani perjalanan kamu.
- Lebih lengkap lagi sambil rutin mendengarkan micro-podcast ‘Jayneconomic’ di Youtube dan Noice Jayneharaa untuk wawasan ekonomi terkini.
Jangan
lewatkan momentum emas ini. Seperti lemparan jeruk di sungai yang membawa
harapan, investasi kecil pada pengetahuan hari ini akan membawa keberuntungan
besar di masa depan. Checkout untuk borong semuanya disini: Jayneharaa |Digital Product Publishing
Kesimpulan:
Di Balik Setiap Tradisi, Ada Makna Kebersamaan dan Harapan
Dari
ritual Cisuak di Surabaya yang menyucikan jiwa, makna filosofis warna merah dan
kue keranjang, tradisi lempar jeruk di Malaysia, hingga mandi ketumbar di Vietnam—semua
tradisi ini mengajarkan satu hal: Imlek adalah tentang memulai yang baru dengan
hati yang bersih, pikiran yang positif, dan hubungan yang erat dengan keluarga
serta komunitas. Tidak peduli seberapa unik atau berbeda tradisinya, esensinya
tetap sama: rasa syukur, penghormatan pada leluhur, dan harapan akan
keberuntungan di masa depan.
Baca Juga: Jenis Olahraga Ini Untuk Kamu Yang Mager
🎧🧀 Follow Media Sosial
Jayneharaa untuk update lainnya
Instagram: Jayneharaa | Digital ProductPublishing
Youtube: Jayneharaa | Digital ProductPublishing
Tiktok: Jayneharaa | Digital ProductPublishing
Facebook: Jayneharaa | Digital ProductPublishing
🔥Cek
Produk Digital Kamu Lainnya Disini:
Apa Dollar Yang Kita KenalAkan Mati?
Fokus – Seni Menarik Kesuksesan
Dukung kami untuk terus berkarya dan memberikan value untuk kamu upgrade diri setiap hari: saweria.co/jayneharaa
"Seperti lampion yang menerangi malam, tradisi menerangi jiwa. Ia mengingatkan kita dari mana kita berasal, dan ke mana kita ingin melangkah."

.png)

.png)
.png)
.png)