Emas telah
menjadi primadona investasi selama ribuan tahun. Di tengah gejolak ekonomi dan
inflasi, logam mulia ini sering disebut sebagai "pelindung kekayaan"
karena nilainya yang cenderung stabil dan bahkan meningkat dalam jangka
panjang. Namun, bagi pemula, membeli emas—apalagi untuk investasi—bisa terasa
membingungkan.
Haruskah
membeli emas batangan atau perhiasan? Apa arti kadar karat? Kapan waktu terbaik
membeli dan menjualnya? Tenang, artikel Jayneharaa hari ini akan menjadi
panduan komprehensif kamu untuk memulai perjalanan investasi emas dengan
cerdas.
Baca Juga: Rekomendasi Buku Untuk Belajar Hukum Indonesia
Langkah-Langkah
Cerdas Membeli Emas untuk Investasi
1. Pahami
Perbedaan Emas Batangan vs Emas Perhiasan
Langkah
pertama yang krusial buat kamu memahami emas adalah dengan menentukan bentuk
emas yang akan dibeli.
- Emas Batangan (Logam Mulia): Ini adalah bentuk emas paling murni untuk investasi (biasanya 99,99%). Kelebihannya: kadar kemurnian terjamin, harga jual kembali lebih tinggi karena mendekati harga pasar, dan mudah disimpan. Kekurangannya: tidak bisa dipakai kecuali disimpan.
- Emas Perhiasan: Ini adalah emas yang sudah dibentuk menjadi perhiasan dengan campuran logam lain (kadar karat lebih rendah, seperti 17K atau 22K). Kelebihannya: bisa dipakai dan memiliki nilai estetika. Kekurangannya: tidak ideal untuk investasi murni karena harga jualnya dipengaruhi biaya pembuatan (ongkos) dan desain, sehingga saat dijual kembali, nilainya cenderung lebih rendah dari harga beli.
2. Kenali
Jenis Kadar Karat (K) pada Emas
Karat
adalah satuan kemurnian emas. Emas murni memiliki kadar 24 karat (99,9%).
Semakin tinggi karat, semakin mahal dan semakin lunak logamnya. Berikut jenis
yang umum:
- Emas 24K (99,9%): Sangat lunak, biasanya untuk emas batangan atau koin.
- Emas 22K (91,7%): Mulai dicampur logam lain untuk kekerasan, umum untuk perhiasan di beberapa negara.
- Emas 18K (75%): Populer untuk perhiasan karena cukup keras dan warnanya tetap cerah. Ini adalah keseimbangan antara kemurnian dan juga ketahanan.
- Emas 14K (58,5%) & 10K (41,7%): Lebih keras dan terjangkau, tetapi warna lebih pucat. Cocok untuk perhiasan yang bisa kita pakai sehari-hari.
3. Kapan
Waktu yang Tepat untuk Membeli Emas?
Tidak ada
yang bisa memprediksi pasar dengan sempurna, tetapi ada beberapa strategi bisa
membantu kamu apalagi jika kamu tidak memiliki waktu untuk terus memantau harga
pasar:
- Dollar Cost Averaging (DCA): Beli secara rutin dalam jumlah kecil (misal, setiap bulan atau setiap 3 bulan) terlepas dari harga. Strategi ini meratakan harga beli kamu dan mengurangi risiko membeli di harga puncak.
- Saat Harga Sedang Terkoreksi atau Stabil: Pantau grafik harga emas global (dalam USD) dan kurs rupiah. Jika harga turun signifikan karena sentimen pasar (misal, penguatan dolar atau kabar ekonomi global), itu bisa jadi momen kamu untuk beli.
- Hindari Membeli saat Harga Sedang "Panas" karena berita atau tren sesaat. Saat semua media dan influencer membahas tentang emas secara masif dan terasa berlebihan, jutru itu adalah saat paling tidak tepat untuk membeli emas.
4. Kapan
Waktu Tepat Menjual Emas (dalam Jangka Waktu 10-20 Tahun)?
Investasi
emas umumnya bersifat jangka panjang (minimal 5-10 tahun). Pertimbangkan untuk
menjual dengan catatan hanya jika:
- Harga mencapai target keuntungan kamu. Misal, dari sejak awal membeli, kamu ingin menjual jika harga naik 100% dari harga belinya.
- Ada kebutuhan likuiditas besar, seperti dana pendidikan anak, modal usaha, atau persiapan satu-dua hal yang dinilai urgent dan mendesak.
- Kondisi ekonomi makro berubah, misal, suku bunga naik drastis yang membuat instrumen lain lebih menarik, atau stabilitas politik yang kuat membuat risiko pasar saham menurun.
- Sebagai diversifikasi: Jika porsi emas dalam portofolio kamu sudah terlalu besar, jual sebagian untuk membeli aset lain untuk investasi jangka panjang.
5.
Perawatan Emas agar Nilainya Tetap Terjaga
Jika kamu
akhirnya memutuskn untuk menyimpan emas batangan, pastikan kamu simpan di
tempat aman (safe deposit box atau brankas) dalam kemasan asli bersertifikat.
Hindari membuka segel agar nilai jualnya maksimal.
Untuk
perhiasan emas:
- Jauhkan dari bahan kimia seperti pemutih, parfum, atau sabun keras yang bisa membuat kusam.
- Simpan terpisah dalam kotak berlapis kain lembut atau kantong kain untuk menghindari goresan.
- Bersihkan dengan lembut menggunakan air hangat dan sabun cuci piring ringan, sikat dengan sikat gigi berbulu halus, lalu keringkan dengan kain lembut.
- Periksa dan perbaiki secara berkala ke ahli perhiasan untuk memastikan batu (jika ada) tidak longgar atau rantai tidak putus.
Baca Juga: Ciri Pespustakaan 'Red Flag' Untuk Kamu Hindari
Emas Bukan
Satu-Satunya Jawaban, Tapi Bagian dari Fondasi
Di tengah
gencarnya promosi investasi digital dan kripto, emas sering dianggap
"kolot" atau "tidak memberikan imbal hasil". Namun, penting
dipahami bahwa emas berfungsi sebagai lindung nilai (hedging) terhadap
ketidakpastian dan inflasi.
Ini adalah
aset riil yang nilainya tidak akan menjadi nol, berbeda dengan saham perusahaan
yang bisa bangkrut. Dalam portofolio yang sehat, emas idealnya mengisi porsi
5-15%, berfungsi sebagai "rem" saat pasar saham anjlok dan
"bantal" saat inflasi tinggi. Jangan letakkan semua telur di satu
keranjang, termasuk keranjang emas.
Baca Juga: Tren 'Boneless Chicken' Di Amerika: UMKM Berinovasi
Pahami
Ekonomi dari Fondasinya, Seperti Memahami Emas dari Kadar dan Fungsinya
Sebelum
kamu memutuskan untuk berinvestasi di emas atau aset lainnya, langkah paling
bijak adalah memahami terlebih dahulu sistem ekonomi yang menggerakkan nilai
semua aset tersebut. Mengapa harga emas naik? Apa yang mempengaruhi inflasi?
Bagaimana mekanisme pasar bekerja?
Jawaban
atas pertanyaan-pertanyaan fundamental ini bisa Anda temukan dalam mahakarya
abadi, "The Wealth of Nations" karya Adam Smith. Buku ini adalah
fondasi dari semua pemikiran ekonomi modern. Dengan memahaminya, kamu tidak
hanya akan mengerti "apa" yang harus dibeli, tetapi "mengapa"
nilainya bisa berubah dan bagaimana sistem di sekitarnya bekerja. Ini adalah
investasi pengetahuan yang hasilnya akan kamu petik seumur hidup, jauh melampaui
fluktuasi harga emas tahunan.
Jadilah
investor yang cerdas dengan fondasi kokoh. Miliki dan pelajari "The Wealth
of Nations" sekarang. Checkout buku “The Wealth of Nation” disini. GRATIS
ONGKIR!
Kesimpulan:
Emas sebagai Salah Satu Batu Bata, Bukan Seluruh Rumah
Memulai
investasi emas adalah langkah cerdas, terutama bagi pemula yang ingin membangun
kebiasaan menabung dan melindungi nilai kekayaan. Dengan memahami perbedaan
jenis emas, kadar karat, dan strategi waktu beli-jual, kamu telah memiliki
bekal yang cukup untuk melangkah. Namun, perlu untuk kamu ingat selalu bahwa emas
hanyalah salah satu dari sekian banyak aset yang bisa kamu pertimbangkan. Ini
adalah batu bata yang kokoh untuk fondasi, tetapi rumah impian kamu mungkin
membutuhkan juga batu bata lain seperti saham, obligasi, reksa dana, atau
properti.
Baca Juga: Affiliate Marketing: Keindahan Dan Kekurangannya
🎧🧀 Follow Media Sosial
Jayneharaa untuk update lainnya
Instagram: Jayneharaa | Digital ProductPublishing
Youtube: Jayneharaa | Digital ProductPublishing
Tiktok: Jayneharaa | Digital ProductPublishing
Facebook: Jayneharaa | Digital ProductPublishing
🔥Cek
Produk Digital Kamu Lainnya Disini:
Apa Dollar Yang Kita KenalAkan Mati?
Fokus – Seni MenarikKesuksesan
Dukung kami untuk terus berkarya dan memberikan value untuk kamu upgrade diri setiap hari: saweria.co/jayneharaa
"Jangan pernah menaruh semua hartamu dalam satu peti, walau peti itu terbuat dari emas sekalipun. Sebab badai tak pernah menyerang satu arah."

.png)
.png)

.png)