Di tengah gejolak harga pangan global, sebuah tren menarik muncul di Amerika Serikat: lonjakan permintaan daging ayam tanpa tulang (boneless chicken) , terutama dari bagian paha (dark meat). Pilgrim's Pride Corp., salah satu produsen unggas terbesar di AS, melaporkan bahwa volume daging gelap tanpa tulang di sektor foodservice tumbuh di angka double-digit di semua segmen. CEO Pilgrim's Pride, Fabio Sandri, mengungkapkan bahwa operator restoran berlomba-lomba mencari aktivitas promosi untuk menarik pengunjung, dan ayam menjadi pilihan utama karena harganya yang paling terjangkau di tengah melambungnya harga protein lain seperti daging sapi.
Apa
artinya ini bagi kita di Indonesia? Bahwa tren pangan bukan sekadar mode
sesaat, tetapi respons terhadap kebutuhan pasar yang terus berevolusi. Dan
ketika sebuah tren menguat di negara adidaya, probabilitasnya untuk merambah ke
negeri kita sangatlah terbuka lebar.
Baca Juga: Rekomendasi Buku Untuk Belajar Hukum Indonesia
Mengapa
Tren Ini Bukan Hanya 'Angin Lalu'
1. Faktor
Ekonomi: Harga yang Bersahabat di Tengah Tekanan Inflasi
2. Faktor
Gaya Hidup: Masyarakat Makin Sadar Protein
3. Ukuran
Pasar yang Menggiurkan
4. Inovasi
Produk yang Bisa Dikembangkan UMKM
Tren ini
bukan monopoli perusahaan besar. UMKM bisa masuk dengan berbagai ide kreatif:
- Frozen Food Premium: Menjual paha ayam fillet beku dengan bumbu dasar (ungkep) atau tanpa bumbu, dikemas higienis.
- Olahan Siap Santap: Produk seperti chicken katsu, teriyaki chicken, ayam saus mentega, atau ayam geprek boneless yang tinggal dipanaskan.
- Kerja Sama dengan Katering/Rumahan: Menjadi pemasok daging ayam fillet untuk usaha nasi kotak atau katering harian.
Tren
Global, Peluang Lokal, dan Kesiapan UMKM
Pertanyaan
besarnya: apakah UMKM Indonesia siap menangkap peluang ini? Seringkali kita
hanya menjadi penonton tren, bukan pelaku. Padahal, bahan baku ayam melimpah,
selera lokal kita sangat kuat terhadap olahan ayam, dan platform digital
memudahkan pemasaran.
Tantangannya
ada pada standardisasi kualitas dan kemasan. Di era konsumen yang kritis,
produk rumahan harus tampil profesional. Inilah saatnya UMKM berani naik kelas:
menjaga higienitas, mengurus izin edar (PIRT), dan mengemas produk dengan
menarik. Tren boneless chicken adalah momentum untuk menggeser paradigma dari
"jualan ayam potong biasa" menjadi "menjual solusi makan praktis
dan sehat".
Baca Juga: Lebih Dari Angpao: Tradisi Imlek Unik Penuh Makna
Jaga
Semangat dan Kesegaranmu Selama Ramadan Menyambut Peluang Bisnis
Menjalankan
bisnis sambil berpuasa di bulan Ramadan memang tantangan tersendiri. Menahan
lapar dan haus bukan berarti menahan semangat dan—yang tak kalah penting—menahan
kesegaran dan kepercayaan diri. Apalagi jika kamu tipe pebisnis yang tetap
harus bertemu supplier, mengirim produk, atau berinteraksi dengan pelanggan.
Wajah kusam dan lesu bisa mengurangi aura profesional kamu.
Jangan
biarkan ibadah dan kerja keras mengurangi pancaran energi positif kamu. Rawat semangat
dan penampilan dengan Sabun Wajah KAHF - Energizing and Brightening Face Wash.
Formulanya yang menyegarkan membantu membangunkan kulit dari lelah, mengusir
kusam, dan mencerahkan wajah sehingga kamu tetap fresh seharian. Cocok
digunakan sebelum memulai aktivitas sahur atau setelah seharian bekerja, KAHF
adalah investasi kecil untuk menjaga rasa percaya diri kamu selama Ramadan.
Jadikan
setiap momen berharga bersama KAHF. Dapatkan disini sekarang dan rasakan
sensasi segarnya!
Kesimpulan:
Jangan Hanya Jadi Penonton Tren
Tren boneless
chicken di Amerika adalah sebuah sinyal: inovasi pangan berbasis kebutuhan konsumen
selalu memiliki pasar. Kemudahan, kesehatan, dan nilai ekonomis adalah tiga
kata kunci yang tidak akan pernah mati. Bagi UMKM Indonesia, ini adalah
undangan terbuka untuk berkreasi. Dengan bahan baku yang melimpah dan selera
pasar yang kuat, peluang untuk menciptakan produk ayam olahan tanpa tulang yang
ikonik dan laris manis sangat terbuka lebar.
Baca Juga: Affiliate Marketing: Keindahan Dan Kekurangannya
Jangan
pernah ragu untuk memulai dari skala kecil, tetapi dengan standar kualitas yang
tinggi. Uji rasa, perbaiki kemasan, dan dengarkan feedback pelanggan. Karena di
balik setiap tren global yang sukses, selalu ada pelaku UMKM lokal yang cerdik
membaca arah angin dan berani mengambil langkah. Ramadan ini, mari kita isi
dengan semangat berinovasi.
🎧🧀 Follow Media Sosial
Jayneharaa untuk update lainnya
Instagram: Jayneharaa | Digital ProductPublishing
Youtube: Jayneharaa | Digital ProductPublishing
Tiktok: Jayneharaa | Digital ProductPublishing
Facebook: Jayneharaa | Digital ProductPublishing
🔥Cek
Produk Digital Kamu Lainnya Disini:
Apa Dollar Yang Kita KenalAkan Mati?
Fokus – Seni MenarikKesuksesan
Dukung kami untuk terus berkarya dan memberikan value untuk kamu upgrade diri setiap hari: saweria.co/jayneharaa
"Peluang besar seringkali datang menyamar sebagai tren asing. Tugas kita adalah menyambutnya dengan kreativitas lokal."
.png)
.png)

.png)

.png)