Sabtu, 21 Februari 2026

Tren 'Boneless Chicken' Amerika: UMKM Berinovasi

    Di tengah gejolak harga pangan global, sebuah tren menarik muncul di Amerika Serikat: lonjakan permintaan daging ayam tanpa tulang (boneless chicken) , terutama dari bagian paha (dark meat). Pilgrim's Pride Corp., salah satu produsen unggas terbesar di AS, melaporkan bahwa volume daging gelap tanpa tulang di sektor foodservice tumbuh di angka double-digit di semua segmen. CEO Pilgrim's Pride, Fabio Sandri, mengungkapkan bahwa operator restoran berlomba-lomba mencari aktivitas promosi untuk menarik pengunjung, dan ayam menjadi pilihan utama karena harganya yang paling terjangkau di tengah melambungnya harga protein lain seperti daging sapi.

    Apa artinya ini bagi kita di Indonesia? Bahwa tren pangan bukan sekadar mode sesaat, tetapi respons terhadap kebutuhan pasar yang terus berevolusi. Dan ketika sebuah tren menguat di negara adidaya, probabilitasnya untuk merambah ke negeri kita sangatlah terbuka lebar.

Baca Juga: Rekomendasi Buku Untuk Belajar Hukum Indonesia 


Mengapa Tren Ini Bukan Hanya 'Angin Lalu'

1. Faktor Ekonomi: Harga yang Bersahabat di Tengah Tekanan Inflasi

    Di AS, daging ayam tanpa tulang menjadi primadona baru karena harganya yang relatif stabil dibanding daging sapi atau babi. Ini pelajaran penting: di saat daya beli masyarakat tertekan, produk yang menawarkan nilai ekonomis tetap akan dicari. Di Indonesia, konsep ini sudah terbukti dengan maraknya bisnis fried chicken rumahan. Bedanya, tren boneless chicken membuka peluang untuk produk dengan nilai tambah lebih tinggi—bukan sekadar ayam goreng biasa, tapi olahan yang praktis, bersih, dan siap masak.

2. Faktor Gaya Hidup: Masyarakat Makin Sadar Protein

    Kesadaran akan konsumsi protein berkualitas meningkat di seluruh dunia. Di AS, sekitar 65% konsumen kini memprioritaskan opsi rendah lemak dan kaya protein. Bagian paha ayam (dark meat) yang dulunya dianggap "kelas dua" kini justru naik pamor karena teksturnya yang lebih juicy dan tetap bernutrisi tinggi. Di Indonesia, tren hidup sehat dan gemar olahraga juga merebak. Ini adalah celah pasar: produk olahan ayam tanpa tulang yang praktis, sehat, dan lezat bisa menjadi jawaban bagi generasi muda yang sibuk tapi ingin tetap menjaga asupan.

3. Ukuran Pasar yang Menggiurkan

    Pasar daging ayam tanpa kulit dan tanpa tulang global diperkirakan mencapai USD 45,67 miliar pada 2024 dan diproyeksi tembus USD 65,23 miliar pada 2033. Pertumbuhan ini didorong oleh permintaan di sektor ritel (menyumbang 60% pendapatan) dan food service . Di Indonesia, dengan populasi Muslim terbesar dan konsumsi ayam yang sangat tinggi, potensi serapannya luar biasa. Terlebih saat bulan Ramadan, permintaan pangan selalu melonjak drastis.

4. Inovasi Produk yang Bisa Dikembangkan UMKM

    Tren ini bukan monopoli perusahaan besar. UMKM bisa masuk dengan berbagai ide kreatif:

  • Frozen Food Premium: Menjual paha ayam fillet beku dengan bumbu dasar (ungkep) atau tanpa bumbu, dikemas higienis.
  • Olahan Siap Santap: Produk seperti chicken katsu, teriyaki chicken, ayam saus mentega, atau ayam geprek boneless yang tinggal dipanaskan.
  • Kerja Sama dengan Katering/Rumahan: Menjadi pemasok daging ayam fillet untuk usaha nasi kotak atau katering harian.

 

Tren Global, Peluang Lokal, dan Kesiapan UMKM

    Pertanyaan besarnya: apakah UMKM Indonesia siap menangkap peluang ini? Seringkali kita hanya menjadi penonton tren, bukan pelaku. Padahal, bahan baku ayam melimpah, selera lokal kita sangat kuat terhadap olahan ayam, dan platform digital memudahkan pemasaran.

    Tantangannya ada pada standardisasi kualitas dan kemasan. Di era konsumen yang kritis, produk rumahan harus tampil profesional. Inilah saatnya UMKM berani naik kelas: menjaga higienitas, mengurus izin edar (PIRT), dan mengemas produk dengan menarik. Tren boneless chicken adalah momentum untuk menggeser paradigma dari "jualan ayam potong biasa" menjadi "menjual solusi makan praktis dan sehat".

Baca Juga: Lebih Dari Angpao: Tradisi Imlek Unik Penuh Makna


Jaga Semangat dan Kesegaranmu Selama Ramadan Menyambut Peluang Bisnis

    Menjalankan bisnis sambil berpuasa di bulan Ramadan memang tantangan tersendiri. Menahan lapar dan haus bukan berarti menahan semangat dan—yang tak kalah penting—menahan kesegaran dan kepercayaan diri. Apalagi jika kamu tipe pebisnis yang tetap harus bertemu supplier, mengirim produk, atau berinteraksi dengan pelanggan. Wajah kusam dan lesu bisa mengurangi aura profesional kamu.

    Jangan biarkan ibadah dan kerja keras mengurangi pancaran energi positif kamu. Rawat semangat dan penampilan dengan Sabun Wajah KAHF - Energizing and Brightening Face Wash. Formulanya yang menyegarkan membantu membangunkan kulit dari lelah, mengusir kusam, dan mencerahkan wajah sehingga kamu tetap fresh seharian. Cocok digunakan sebelum memulai aktivitas sahur atau setelah seharian bekerja, KAHF adalah investasi kecil untuk menjaga rasa percaya diri kamu selama Ramadan.

    Jadikan setiap momen berharga bersama KAHF. Dapatkan disini sekarang dan rasakan sensasi segarnya!

 

Kesimpulan: Jangan Hanya Jadi Penonton Tren

    Tren boneless chicken di Amerika adalah sebuah sinyal: inovasi pangan berbasis kebutuhan konsumen selalu memiliki pasar. Kemudahan, kesehatan, dan nilai ekonomis adalah tiga kata kunci yang tidak akan pernah mati. Bagi UMKM Indonesia, ini adalah undangan terbuka untuk berkreasi. Dengan bahan baku yang melimpah dan selera pasar yang kuat, peluang untuk menciptakan produk ayam olahan tanpa tulang yang ikonik dan laris manis sangat terbuka lebar.

Baca Juga: Affiliate Marketing: Keindahan Dan Kekurangannya

    Jangan pernah ragu untuk memulai dari skala kecil, tetapi dengan standar kualitas yang tinggi. Uji rasa, perbaiki kemasan, dan dengarkan feedback pelanggan. Karena di balik setiap tren global yang sukses, selalu ada pelaku UMKM lokal yang cerdik membaca arah angin dan berani mengambil langkah. Ramadan ini, mari kita isi dengan semangat berinovasi.

    Sebagai pengusaha muda, wawasan mu tidak boleh berhenti di tren pasar saja. Memahami pergerakan modal global juga penting untuk membaca arah ekonomi ke depan. Dengarkan episode terbaru JAYNECONOMIC yang berjudul "MSCI - Sejarah dan Dampaknya bagi Pasar Modal Dunia", sekarang sudah tayang di YouTube @jayneharaa. Pahami bagaimana indeks saham global bekerja dan pengaruhnya terhadap investasi, agar langkah bisnis kamu semakin mantap!
 

🎧🧀 Follow Media Sosial Jayneharaa untuk update lainnya

Instagram: Jayneharaa | Digital ProductPublishing

Youtube: Jayneharaa | Digital ProductPublishing

Tiktok: Jayneharaa | Digital ProductPublishing

Facebook: Jayneharaa | Digital ProductPublishing

               

🔥Cek Produk Digital Kamu Lainnya Disini:

Apa Dollar Yang Kita KenalAkan Mati?

Fokus – Seni MenarikKesuksesan

Generative AI Bagi Pemula


    Dukung kami untuk terus berkarya dan memberikan value untuk kamu upgrade diri setiap hari: saweria.co/jayneharaa

"Peluang besar seringkali datang menyamar sebagai tren asing. Tugas kita adalah menyambutnya dengan kreativitas lokal."

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar