Selasa, 17 Februari 2026

Lebih Dari Angpao: Tradisi Imlek Unik Penuh Makna

    Tahun Baru Imlek 2026—Tahun Kuda Api—telah tiba. Di sudut-sudut kota, lampion merah mulai bergelantungan, aroma kue keranjang memenuhi dapur, dan amplop angpao bersiap berpindah tangan. Namun, di balik gemerlap perayaan yang kita kenal sehari-hari, tersembunyi tradisi-tradisi unik yang sarat makna, diwariskan turun-temurun, dan bahkan hanya dilakukan di tempat-tempat tertentu.

    Artikel Jayneharaa hari ini akan mengajak kamu menjelajahi sisi lain Imlek yang mungkin belum banyak diketahui, dari ritual penyucian diri hingga tradisi lempar jeruk di sungai, yang semuanya mengandung filosofi mendalam tentang kehidupan, harapan, dan kebersamaan.

Baca Juga: Sepak Terjang Alexa: Generative AI Amazon


Menyelami Makna di Balik Tradisi Imlek Paling Unik

1. Cisuak di Surabaya: Ritual Tolak Bala yang Terbuka untuk Semua

    Di tengah hiruk-pikuk persiapan Imlek, umat Konghucu di Surabaya menjalani ritual yang dikenal dengan sebutan Cisuak . Tradisi tahunan ini bukan sekadar seremoni, melainkan sarana mensucikan diri, menata pikiran, serta menangkal energi negatif sepanjang Tahun Kuda Api. Uniknya, ritual ini tidak terbatas bagi umat Konghucu saja, melainkan terbuka bagi siapa pun yang ingin memperkuat ketenangan batin .

    Rohaniawan Konghucu di Surabaya, WS Liem Tiong, menjelaskan bahwa esensi Cisuak adalah menanamkan pola pikir positif. Ia bahkan memberi komparasi budaya agar masyarakat luas lebih mudah memahaminya. "Dalam tradisi Jawa, serupa dengan ruwat," ujarnya .

    Prosesinya dimulai dengan peserta menuliskan harapan dan doa di atas kertas khusus. Sebagai simbol melepas "hal buruk", mereka menyertakan potongan kuku, rambut, serta benang dengan warna yang disesuaikan dengan unsur shio atau tahun kelahiran . Setelah doa dipanjatkan, para peserta berbaris menuju halaman belakang kelenteng. Di sana, ember berisi air bertabur bunga mawar dan melati telah disiapkan. Rohaniawan menciduk air tersebut, lalu mengguyurkannya ke tangan umat yang menengadah. Air bunga ini digunakan untuk membasuh wajah, tangan, dan kaki sebagai simbol fisik dari penyucian jiwa. Ritual ditutup dengan pembakaran kertas kimcua berbentuk gunung dan kertas teratai—simbol persembahan sekaligus harapan agar lembaran tahun baru diisi dengan kebaikan dan pikiran yang jernih .

2. Filosofi di Balik Warna, Makanan, dan Hujan

    Setiap pernak-pernik Imlek menyimpan filosofi yang dalam. Warna merah, yang mendominasi dekorasi, melambangkan keberuntungan dan kesuksesan. Warnanya yang terang dipercaya mampu mengusir roh jahat dan energi negatif—sebuah kepercayaan yang berakar dari legenda kuno tentang monster Nian yang takut pada warna merah, suara keras, dan cahaya terang . Sementara itu, warna emas menjadi simbol kemakmuran dan kekayaan yang diharapkan menyertai sepanjang tahun .

    Kue keranjang atau nian gao, makanan khas yang selalu hadir, bukan sekadar camilan manis. Teksturnya yang lengket mencerminkan eratnya hubungan persaudaraan dan harapan agar kehidupan semakin manis dan bahagia dari tahun ke tahun . Mie panjang umur, seperti namanya, adalah doa agar diberikan usia panjang dan kesehatan .

    Uniknya, perayaan Imlek juga kerap diidentikkan dengan hujan. Dalam kepercayaan masyarakat Tionghoa, hujan yang turun menjelang atau saat Imlek diyakini sebagai pembawa rezeki yang melimpah. Ada mitos bahwa sebelum perayaan, Dewi Kwan Im turun ke Bumi untuk menyiram bunga meihua, sehingga hujan yang turun dianggap sebagai siraman air dari Dewi .

3. Melempar Jeruk di Malaysia: Tradisi Cap Go Meh yang Romantis

    Masih di kawasan Asia Tenggara, negeri jiran Malaysia punya tradisi yang tak kalah menarik. Pada hari ke-15 perayaan Imlek, yang dikenal sebagai Cap Go Meh, masyarakat Tionghoa di sana berbondong-bondong menuju sungai atau laut untuk mengikuti tradisi melempar jeruk .

    Tradisi ini dibawa oleh komunitas Tionghoa Hokkien yang bermigrasi dari Fujian, China ke Malaysia pada masa lampau. Awalnya, tradisi ini meyakini bahwa perempuan lajang yang melempar jeruk ke dalam air dapat membantu mereka menemukan pasangan hidup . Bahkan, ada lagu rakyat Fujian yang menyebutkan bahwa melempar jeruk dapat membantu seseorang menemukan suami yang baik .

    Sebelum dilempar, jeruk tersebut ditulisi harapan di kulitnya—mulai dari "kesehatan yang baik", "kekayaan melimpah", hingga "keberuntungan". Saat ini, tradisi ini bisa diikuti semua orang, tidak hanya untuk perempuan, dan bukan hanya untuk alasan perjodohan . Ada keindahan dalam kesederhanaannya: seperti membuat permohonan ke sumur harapan, melempar jeruk adalah cara untuk melepaskan doa-doa terbaik ke alam semesta.

4. Tradisi dari Berbagai Penjuru Asia

    Keunikan perayaan Imlek tidak berhenti di Indonesia dan Malaysia. Di Vietnam, Imlek yang disebut Tết Nguyên Đán dirayakan dengan tradisi mandi air rebusan ketumbar pada malam sebelum tahun baru. Praktik ini dipercaya dapat memurnikan tubuh serta membuang sial, sementara aroma ketumbar yang khas disebut-sebut mampu menghangatkan tubuh di tengah cuaca dingin . Di selatan Vietnam, warga lebih memilih memasak sup pare karena kata "pare" dalam bahasa Vietnam diucapkan 'khổ qua' yang berirama dengan kata untuk kesulitan. Mereka percaya bahwa dengan merebus pare, mereka akan "menghilangkan semua kesulitan" di tahun sebelumnya .

    Di Korea Selatan, perayaan Seollal diwarnai dengan tradisi sebae, di mana anak-anak mengenakan hanbok dan membungkuk hormat kepada orang tua. Sebagai balasan, mereka menerima uang dan doa panjang umur. Sup kue beras tteokguk menjadi hidangan wajib—ada kepercayaan bahwa seseorang dianggap bertambah usia setelah menyantapnya .

Baca Juga: Naga Ekonomi Dunia? Alasan China Superior


Imlek sebagai Simbol Lintas Budaya dan Harmoni

    Yang menarik dari perayaan Imlek di Indonesia adalah inklusivitasnya. Tradisi ini tidak lagi eksklusif milik masyarakat Tionghoa. Tradisi bagi-bagi angpao kini juga kita temukan dalam perayaan Idulfitri. Makanan khas seperti mie panjang umur dan kue keranjang telah menjadi bagian dari tradisi kuliner kita bersama. Barongsai kini banyak dimainkan oleh berbagai etnis, dan pernak-pernik Imlek dijual oleh orang dari beragam latar belakang . Ini memperlihatkan keterbukaan masyarakat Indonesia terhadap budaya Tionghoa dan bagaimana sebuah tradisi dapat merekatkan kebersamaan lintas budaya. Perayaan Imlek di Indonesia bukan sekadar momentum budaya, tetapi juga simbol keragaman dan harmoni yang harus terus dipertahankan .

Baca Juga: BNI Dan Seni Berbisnis Dengan Hati: Membangun Desa


Rayakan Keberuntungan dengan Investasi Pengetahuan

    Di Tahun Kuda Api 2026 yang penuh semangat dan momentum ini, saatnya kamu juga bergerak cepat menjemput keberuntungan—salah satunya dengan memperkaya wawasan. Seperti tradisi Cisuak yang membersihkan diri dari energi negatif, membersihkan pikiran dengan pengetahuan baru adalah langkah awal menuju kesuksesan.

    Jayneharaa masih mempersembahkan Promo Spesial Imlek: Jíxiáng Rúyì (吉祥如意) — Semoga Keberuntungan Mengalir Seperti yang kamu Inginkan!

    Masih berlaku hingga 18 Februari 2026, nikmati harga spesial Rp 36.000 untuk SEMUA produk digital Jayneharaa! Kesempatan terakhir untuk:

  • Mengoleksi ebook-ebook terbaik tentang keuangan, bisnis, dan pengembangan diri.
  • Mendengarkan audiobook inspiratif yang akan menemani perjalanan kamu.
  • Lebih lengkap lagi sambil rutin mendengarkan micro-podcast ‘Jayneconomic’ di Youtube dan Noice Jayneharaa untuk wawasan ekonomi terkini.

    Jangan lewatkan momentum emas ini. Seperti lemparan jeruk di sungai yang membawa harapan, investasi kecil pada pengetahuan hari ini akan membawa keberuntungan besar di masa depan. Checkout untuk borong semuanya disini: Jayneharaa |Digital Product Publishing

 

Kesimpulan: Di Balik Setiap Tradisi, Ada Makna Kebersamaan dan Harapan

    Dari ritual Cisuak di Surabaya yang menyucikan jiwa, makna filosofis warna merah dan kue keranjang, tradisi lempar jeruk di Malaysia, hingga mandi ketumbar di Vietnam—semua tradisi ini mengajarkan satu hal: Imlek adalah tentang memulai yang baru dengan hati yang bersih, pikiran yang positif, dan hubungan yang erat dengan keluarga serta komunitas. Tidak peduli seberapa unik atau berbeda tradisinya, esensinya tetap sama: rasa syukur, penghormatan pada leluhur, dan harapan akan keberuntungan di masa depan.

Baca Juga: Jenis Olahraga Ini Untuk Kamu Yang Mager

    Sebagai penutup rangkaian artikel Imlek Jayneharaa tahun ini, kami ingin mengucapkan Selamat Tahun Baru Imlek 2026 — Gong Xi Fa Cai! Harapan besar untuk Tahun Kuda Api ini membawa semangat baru, gerakan cepat, dan keberuntungan yang melimpah untuk kamu dan keluarga. Mari terus merayakan keberagaman, menjaga harmoni, dan menjadikan setiap momen sebagai kesempatan untuk tumbuh dan berbagi. Sampai jumpa di artikel-artikel inspiratif Jayneharaa berikutnya!

🎧🧀 Follow Media Sosial Jayneharaa untuk update lainnya

Instagram: Jayneharaa | Digital ProductPublishing

Youtube: Jayneharaa | Digital ProductPublishing

Tiktok: Jayneharaa | Digital ProductPublishing

Facebook: Jayneharaa | Digital ProductPublishing

               

🔥Cek Produk Digital Kamu Lainnya Disini:

Apa Dollar Yang Kita KenalAkan Mati?

Fokus – Seni Menarik Kesuksesan

Generative AI Bagi Pemula

Troy Dan KetidakadilanBaginya

    Dukung kami untuk terus berkarya dan memberikan value untuk kamu upgrade diri setiap hari: saweria.co/jayneharaa

"Seperti lampion yang menerangi malam, tradisi menerangi jiwa. Ia mengingatkan kita dari mana kita berasal, dan ke mana kita ingin melangkah."


Tidak ada komentar:

Posting Komentar